Sabtu, 02 Maret 2013

Januari 13 : Motret Kembang Api

Awal Bulan Januari 2013 mata kamera melotot hendak menangkap indahnya kilatan sinar kembang api dari gedung Telkom atau dari taman gedung Telkom, namun sangat disayangkan cuaca kurang menguntungkan sehingga terpaksa huntingnya hanya bisa dari atap rumah. Kamera yang sudah terpasang di atas tripod pun terpaksa harus ditutup plastik agar tidak basah terkena hujan, pemotretan tidak dapat dilakukan secara khusuk sehingga hasil foto sangat tidak memuaskan.

Yang terbayang sebelumnya saya bisa mengambil gambar jembatan pasupati dan gedung rektorat ITB yang dihiasi dengan kilatan kembang api. Hujan gerimis telah membuyarkan angan angan mendapatkan gambar yang spektakuler, akhirnya hanya beberapa foto sekenanya yang sempat tertangkap mata kamera. Padahal sebelumnya sudah saya pelajari semua teori teknik foto kembang api dan perlengkapan sudah saya persiapkan. Beberapa tips motret kembang api yang saya pelajari dari para ahli antara lain :
  1. Setting exposure
    • gunakan mode manual exposure, untuk kembang api dengan normal f16 shutter 2 detik dan ISO 100 sedangkan untuk kembang api rentetan cepat f18 shutter 1.25 detik namun demikian itu bukan patokan pasti masih bisa disetting sesuai selera kita, misalnya kalau harus mengikutkan bangunan maka ukur exposure dibangunan. 
  2. Cari posisi pemotretan yang bagus dan pastikan di arah mana kembang api akan muncul.
    • Sebaiknya posisikan kamera pada arah yang dapat dipastikan akan muncul kembang api, gunakan lensa yang dapat menyapu areal cukup luas sehingga kita bisa memotret dimanapun kembang api muncul. Namun bila kita bisa tebak dimana kembang api bisa kita potret dan akan kita ikutkan bangunan, maka arahkan kamera ke bangunan dan buat komposisi yang bagus.
  3. Gunakan Tripod dan Shutter release.
    • Tripod merupakan peralatan yang sangat penting untuk mendapatkan gambar yang bagus, sayangkan kalau spot yang bagus sudah didapat tapi ternyata gambarnya goyang (shake). Shutter release juga sangat penting untuk menghindari goncangan pada saat menekan shutter, juga sangat membantu kita mengamati langit sehingga kita bisa mendapatkan momen yang menarik.
  4. Matikan Auto fokus.
    • Menghidupkan autofokus tidak banyak manfaat dalam pemotretan ke arah ruang kosong dan obyek yang acak sehingga autofokus tidak bisa bekerja dengan baik. Matikan autofokus, gunakan manual fokus dan setting di infinity.
  5. Matikan Flash
    • Flash tidak akan menjangkau obyek yang sangat jauh dan bahkan dapat berakibat buruk karena akan menerangi obyek yang tidak perlu.
  6. Gunakan resolusi besar
    • Setting ke ukuran Large agar bila dilakukan cropping, kualitas foto masih tetap bagus pada saat dicetak ukuran besar.
Nah, ilmu sudah banyak di dapat tetapi kenapa hasilnya masih seperti ini ???
Peralatan : NIKON D7000, Lensa 18 - 105 mm, lensa 28 mm, tripod.
Masalah utama : Hujan, sehingga :
1. Tidak mendapatkan lokasi pemotretan seperti  yang direncanakan.
2. Tidak bisa leluasa melakukan setting pada kamera, karena kamera harus di tutup dengan tas kresek.
3. Memotret diluar skenario, sehingga kesana kemari yang akhirnya hasil tangkapan juga tidak memuaskan.

tunggu tahun depan, persiapkan lebih baik lagi dan antisipasi segala kemungkinan cuaca, mudah mudahan hasilnya bisa lebih baik lagi...








Tidak ada komentar:

Posting Komentar