Sabtu, 31 Mei 2014

Pantai Pulang Syawal (Pantai Indrayanti) Gunung Kidul



Pantai Pulang Syawal atau lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti yang terletak di daerah Gunung Kidul merupakan pantai dengan pemandangan yang cukup menarik karena pantai dengan pasir putih yang membentang dan air yang jernih berwarna hijau kebiruan menghiasi sejauh mata memandang. Tebing batu yang cukup tinggi dan menjorok ke laut juga menambah eksotis pantai Pulang Syawal karena dari tebing ini bisa mengamati keindahan pantai dan sangat bagus juga bila dijadikan spot fotografi. Kebersihan pantai juga cukup terjaga dengan baik sehingga pantai ini menjadi obyek wisata favorit untuk dikunjungi bila berwisata ke daerah Yogyakarta dan Gunung Kidul pada khususnya.


Daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Pantai Pulang Syawal ini mungkin juga ditopang oleh kondisi Infrastruktur transportasi dari Yogyakarta menuju Pantai Pulang Syawal yang sudah bagus dan bisa dilalui oleh bus pariwisata.

Pada kesempatan kedua Mata Kamera berkunjung ke Pantai Pulang Syawal ini alhamdulillah cuaca cerah  dan langit terlihat biru, sehingga tidak kami sia-siakan moment bagus tersebut untuk jeprat jepret membidik pemandanga indah tersebut. Begitu tiba di pantai Mata Kamera langsung tertarik dengan tebing batu yang menjorok ke pantai, sangat bagus apabila pemandangan pantai dibingkai dengan batu batu besar tersebut dan ternyata memang sangat terlihat eksotis pantai Pulang Syawal dilihat dari celah batu besar tersebut.


Selanjutnya Mata Kamera  menatap liar seluruh sudut pemandangan pantai untuk mendapatkan obyek menarik yang harus dibidik dan inilah beberapa obyek yang sempat diabadikan Mata Kamera.






 
Tidak puas membidik diatas pasir pantai, Mata Kamerapun berusaha untuk bisa sampai ke atas tebing batu… dan ternyata memang benar pemandangan dari atas tebing batu tersebut sangat indah sehingga banyak obyek foto yang bisa dibidik.




Harapan terbesarku pada saat berkunjung ke Pantai Pulang Syawal di waktu senja hari itu bisa mendapatkan saat-saat matahari masuk ke ufuk barat (sunset) namun ternyata harapan itu belum terpenuhi karena saat itu langit di ufuk barat tertutup awan.


Kesan utama untuk pantai Pulang Syawal atau pantai Indrayanti ini adalah pantai eksotis yang sangat menarik untuk dikunjungi, namun yang terpenting jaga kebersihannya dan jangan biarkan bangunan-bangunan disepanjang pantai semakin banyak.


Foto & Narasi oleh Nuryahya Tingkir

Rabu, 14 Mei 2014

CURUG TILU, Ciwangun, Bandung Barat



Banyak obyek wisata alam yang terdapat di sekitar kota Bandung, salah satunya adalah CURUG TILU yang artinya Air Terjun Tiga karena memang curug ada tiga curug yang terlihat dari curug terendah. Curug ii terletak di kawasan Wana Wisata Ciwangun, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong Bandung Barat. Jarak dari Kota Bandung sekitar 20 km, bila ditempuh dari Bandung bisa melalui jalan Sersan Bajuri, kondisi jalan cukup bagus dengan pemandangan disisi kiri kanan jalan banyak penjual tanaman hias, melewati kawasan wisata kampung gajah, kampung daun dan seterusnya sampai ketemu pintu gerbang CIC di sebelah kanan jalan. Jarak dari jalan raya menuju ke tempat parkir sekitar 2 km, kondisi jalan beraspal kasar. Tempat parkir cukup luas dan cukup aman karena kawasan wisata ini sudah dikelola dengan baik.





Perjalanan menuju Curug Tilu harus melewati kawasan Wana Wisata Ciwangun yang sudah tertata dengan indah dan rapi, jalanan menuju aliran sungai yang harus dilewati saat akan menuju Curug Tilu sudah dibuat tangga (undakan) dari beton sehingga mudah untuk dilalui. 


Sampai di pinggiran sungai perjalanan menuju curug Tilu melalui jalan setapak yang dibeberapa tempat dipakai juga untuk jalur pipa air. Kesegaran alami akan kita nikmati pada saat perjalanan karena udara yang masih sangat bersih dengan pohon-pohon dan tanaman perdu disepanjang jalan setapak, suasana lebih nyaman lagi karena adanya suara air mengalir di  sepanjang sungai. 




Di beberapa tempat terpaksa harus menyeberangi sungai dengan memanfaatkan titian bambu yang dipasang seadanya sehingga harus hati-hati.


Aliran sungai yang mengalir diantara batu-batu besar dan dihiasi tanaman lumut menjadi pemandangan yang  menarik, sehingga Mata Kamera tidak menyia-nyiakan pemandangan itu untuk diabadikan dalam memory card. Sengaja dalam perjalanan ini dipersiapkan kamera Nikon D7000, lensa 18-105 mm, Tamron 10-24mm , tripod, filter ND8 dan filter CPL untuk menangkap keindahan aliran sungai.



Dalam perjalanan ini (11 Mei 2014) kebetulan bersamaan dengan rombongan yang datang Jakarta, maka  pada saat rombongan tersebut melintasi titian bambu dengan saling berpegang tangan menjadi obyek menarik untuk diabadikan.

Perjalanan kami dari tempat parkir menuju lokasi Curug Tilu ditempuh sekitar dua jam, karena sepanjang perjalanan banyak berhenti untuk melakukan pemotretan, sebenarnya kalau perjalanan langsung waktu tempuh tidak sampai satu jam. Sekitar seratus meter sebelum curug tilu bertemu dengan satu curug (entah curug apa namanya) tidak terlalu tinggi tetapi dengan aliran air yang cukup jernih, hanya beberapa spot foto yang dapat diambil karena sudut pandang yang sempit.


Inilah beberapa spot foto yang sempat dibidik Mata Kamera di lokasi Curug Tilu 




Setelah mendapatkan beberapa spot menarik, maka kami tinggalkan lokasi Curug Tilu dan perjalanan pulang melewati jalan yang berbeda yaitu tidak melewati sungai tetapi melewati bukit. Pemandangan yang berbeda dengan ketika perjalanan berangkat, karena pada perjalanan pulang ini obyek yang ada hanyalah pepohonan dan tanaman perdu. Oleh karena itu saatnya mengeluarkan kamera D40x yang sudah kami pasang lensa 50 mm dan extention tube untuk membidik serangga dan tanaman kecil.



Inilah beberapa bidikan Mata Kamera terhadap tanaman dan hewan kecil di sepanjang perjalanan pulang.








Ada beberapa hikmah yang dapat diambil pada perjalanan ke Curug Tilu :
  1. Alam yang sangat indah ini diciptakan oleh Allah SWT, pasti Allah lebih indah dari ciptaannya dan pasti suka keindahan. Mencintai keindahan berarti mencintai Allah SWT.
  2. Air dapat mengalir dengan jernih di sungai itu karena masih ada keseimbangan alam, ada tanaman, ada mata air, ada hujan, ada batu, ada kerikil dan unsur alam lainnya. Demi kelestarian alam maka perlu arif dan bijaksana dalam pemanfaatan sumber daya alam.
  3. Allah menciptakan hewan-hewan berukuran kecil dengan warna-warni yang beragam dan sangat menarik. Betapa Allah itu maha teliti dan kreatif. Allah menciptakan mahluk-mahluk berukuran kecil itu pasti ada maksudnya dan pasti tidak ada yang sia-sia hasil ciptaan Allah.
  4. Hunting foto landscape memberikan manfaat jasmani dan rohani serta bermanfaat untuk yang cinta keindahan.

Mari jaga kelestarian alam..........


Foto & Narasi oleh Nuryahya Tingkir